KEBERANIAN MELAWAN KETAKUTAN
Posted in Tak Berkategori on 6 September 2009 by ujangsolehudin“Keberanian muncul bukan karena tidak adanya ketakutan, tetapi karena ada sesuatu yang lebih penting daripada ketakutan.”
(Ambrose Redbone)
Tahukah Anda, Julius Caesar yang jendral militer sekaligus raja romawi yang sangat berkuasa itu sangat takut pada petir.Sedangkan Peter The Great, kaisar Rusia yang memiliki fisik sangat menonjol,6 kaki 5 inci tingginya,sangat takut pada jembatan.Ia akan menyeberangi jembatan hanya jika tidak ada pilihan lain, dan ketika ia berada diatas jembatan itu,ia menggigil dan menangis seperti anak kecil. Sementara penulis serta kritikus Inggris dari abad ke-18, Dari.Samuel Johnson, mempunyai ketakutan (fobia) bila masuk ke suatu ruangan dengan kaki kiri terlebih dulu.Jika ia tidak sengaja masuk ke 1 ruangan dengan kaki yang salah, ia akan segera berbalik dan masuk lagi dengan kaki kanan!
Barang kali Anda tersenyum saat membaca ini karena ketakutan mereka begitu bodoh dan lucu. Tapi tahukah Anda, kebanyakan dari kita pun punya ketakutan yang sama bodoh dan sama lucunya dengan ketakutan mereka. Kebanyakan dari kita sangat takut pada kegagalan! Padahal, kegagalan tidak akan pernah bisa mengalahkanmu jika tekadmu untuk sukses cukup kuat.
Semua orang mengalami ketakutan karena hal itu bagian dari kehidupan.Tapi pernahkah Anda sadari bahwa ketakutan-ketakutan yang kita alami seringkali tidak berdasarkan fakta?Hampir setiap kali ketakutan kita hanya ditimbulkan oleh perasaan kita sendiri. Padahal ketakutan-ketakutan semacam itu telah merampok potensi yang kita miliki dan skaligus mencegah kita dari melangkah menuju ke tujuan hidup kita.
Sebuah studi yang dilakukan oleh university of Michigan menunjukan bahwa 60% ketakutan kita tidak terjamin sama sekali, apa yang ditakutkan itu tidak pernah sungguh-sungguh terjadi, 20% dari ketakutan kita hanya bsrfokus pada masa lalu yang berada diluar kekuasaan kita, 10% dari ketakutan kita berdasarkan pada hal-hal kecil yang sebenarnya tidak berarti bagi kehidupan kita. Dan dari 10% sisanya,hanya 4 sampai 5% yang bisa dianggap benar. Karena itu ,mengapa harus terbelenggu oleh rasa takut?